Arsip untuk ‘Birokrat’ Kategori

Sitaro Mandiri

September 1, 2008

Sejak  lama  masyarakat  Pulau  Siau,  Tagulandang  dan  Biaro  (Sitaro) ingin  menjadi  sebuah  Kabupaten, dan  keinginan  itu  pernah dilontarkan  oleh  pemuka  masrakat  ketiga  pulau, kurang  lebih  hampir  lima  puluh  tahun  silam (1962),  dan  kini  baru  tiba  saatnya  masyarakat  sitaro  mengelola  dan  mengurus  daerahnya  sendiri.

Pengalaman  telah banyak  berbicara  bahwa  setiap  berganti pemimpin   berganti  pula  kebijakan,  dan  dari mana  asalnya  pemimpin  kesitu  pula  fokus  daerahnya  membangun.  Hal demikian  yang sering dianggap  sebagai  pemicu  keinginan  memisahkan  diri  dari  kabupaten atau  propinsi  induk, untuk menjadi  suatu  kabupaten  atau  propinsi pemekaran.  Jika hal  ini  benar,  maka  pemekaran Sitaro  bukanlah  jalan  terbaik  untuk  memajukan  seluruh  rakyat  Sitaro,  dimana  Bupati  berasal  dari  Tagulandang  hanya  fokus  ke  Tagulandang  wabub  asal  Siau,  mikirnya  hanya  Siau, terus  Biaro,  Makalehi,  Buhias  dan  daerah  pinggiran  siau  siapa  yang  mikir?.  Mudah  mudahan  Bupati  dan  Wabub  I  Sitaro,  mampu  menjadikan  diri  mereka  sebagai  Bupati/Wabub  bagi  seluruh  masyarakat  Sitaro,  bukan  hanya bupati  bagi  kampung  asal  mereka,  bukan  pula hanya  menjadi bupati  bagi  daerah  kantong  pemilih  mereka,  dan  jangan  pula  hanya  jadi  pelayan  Partai  mereka.  Partai pendukung  adalah sarana yang  menghantar  bapak  berdua  duduk  dijabatan  sekarang,  selebihnya  bupati/wabub  mutlak  berpikir dan berbuat  untuk  kebaikan dan  kemajuan seluruh  masyarakat  Sitaro.  Tidak  perlu  takut  dengan  LPJ  dihadapan   anggota  dewan,  lakukan  apa  saja  yang  menurut bupati/wabub  sebagai  hal yang  terbaik.  Pilihlah  para  pembantu  mulai  asisten-asisten  hingga  kepala-kepala  dinas yang  mampu  untuk  bekerja,  bukan  diangkat  karena  bagi-bagi  jabatan  kepada  orang-orang  partai,  diman  pada akhirnya  masyarakat  hanya  menggaji  boneka-boneka  yang  sama  sekali  tidak  bisa  berbuat  sesuatu  bagi kemajuan daerah. 

Demikian  juga  bagi  para  anggota  dewan yang  terpilih,  mudah-mudahan  menjadi  anggota  dewan karena  mau memajukan  sitaro,  bukan  karena gaji  atau  panen  saat  Bupati  melaporkan  Pertanggung Jawaban.  Anggota  dewan  dipilih  oleh  rakyat,  dan tanpa  suara  rakyat  anggota  dewan  bukan  apa-apa. Jaga  perkataan  jaga perbuatan didepan  semua  orang  karena  sering tanpa  disadari  kita  telah  melukai  hati  orang  yang  justru telah menjadikan  kita  Anggota  Dewan  yang  Terhormat.  Seringlah  turun  kedesa-desa agar  tahu  apa  yang  dialami  masyarakat.  jangan  keseringan  keluyuran  ke Manado,  banyaklah  berkonsultasi  dengan  orang-orang  yang  mengerti  bidangnya  karena  anggota  dewan,  bupati/wabub  tidak  maha-tahu.   Dan  yang  utama  adalah  kerja-sama dan  saling mendukung dalam kebaikan,  karena  sitaro  sebenarnya  adalah  daerah penuh potensi,  tinggal  menunggu  pengelola-pengelola  yang  handal.  Sekarang  kemajuan  atau  kemunduran  Sitaro ada  ditangan  kalian  yang  dianggap  masyarakat  sebagai  generasi  yang  mampu  duduk  sebagai  bupati  dan  anggota  dewan. Jangan  kecewakan mereka, mereka  adalah  orang  yang  tidak berdaya  yang  tidak  tanggung-tanggung  menggantungkan  harapan  kepada  kalian-kalian.  Jangan  jadikan  mereka  penonton  yang  hanya bisa  menyaksikan  pemimpin dan  wakil  mereka  yang  berpesta  makan  dengan  berlepotan dan  akhirnya tertidur  kekenyangan.  Sekian  dulu.