Sejak lama masyarakat Pulau Siau, Tagulandang dan Biaro (Sitaro) ingin menjadi sebuah Kabupaten, dan keinginan itu pernah dilontarkan oleh pemuka masrakat ketiga pulau, kurang lebih hampir lima puluh tahun silam (1962), dan kini baru tiba saatnya masyarakat sitaro mengelola dan mengurus daerahnya sendiri.
Pengalaman telah banyak berbicara bahwa setiap berganti pemimpin berganti pula kebijakan, dan dari mana asalnya pemimpin kesitu pula fokus daerahnya membangun. Hal demikian yang sering dianggap sebagai pemicu keinginan memisahkan diri dari kabupaten atau propinsi induk, untuk menjadi suatu kabupaten atau propinsi pemekaran. Jika hal ini benar, maka pemekaran Sitaro bukanlah jalan terbaik untuk memajukan seluruh rakyat Sitaro, dimana Bupati berasal dari Tagulandang hanya fokus ke Tagulandang wabub asal Siau, mikirnya hanya Siau, terus Biaro, Makalehi, Buhias dan daerah pinggiran siau siapa yang mikir?. Mudah mudahan Bupati dan Wabub I Sitaro, mampu menjadikan diri mereka sebagai Bupati/Wabub bagi seluruh masyarakat Sitaro, bukan hanya bupati bagi kampung asal mereka, bukan pula hanya menjadi bupati bagi daerah kantong pemilih mereka, dan jangan pula hanya jadi pelayan Partai mereka. Partai pendukung adalah sarana yang menghantar bapak berdua duduk dijabatan sekarang, selebihnya bupati/wabub mutlak berpikir dan berbuat untuk kebaikan dan kemajuan seluruh masyarakat Sitaro. Tidak perlu takut dengan LPJ dihadapan anggota dewan, lakukan apa saja yang menurut bupati/wabub sebagai hal yang terbaik. Pilihlah para pembantu mulai asisten-asisten hingga kepala-kepala dinas yang mampu untuk bekerja, bukan diangkat karena bagi-bagi jabatan kepada orang-orang partai, diman pada akhirnya masyarakat hanya menggaji boneka-boneka yang sama sekali tidak bisa berbuat sesuatu bagi kemajuan daerah.
Demikian juga bagi para anggota dewan yang terpilih, mudah-mudahan menjadi anggota dewan karena mau memajukan sitaro, bukan karena gaji atau panen saat Bupati melaporkan Pertanggung Jawaban. Anggota dewan dipilih oleh rakyat, dan tanpa suara rakyat anggota dewan bukan apa-apa. Jaga perkataan jaga perbuatan didepan semua orang karena sering tanpa disadari kita telah melukai hati orang yang justru telah menjadikan kita Anggota Dewan yang Terhormat. Seringlah turun kedesa-desa agar tahu apa yang dialami masyarakat. jangan keseringan keluyuran ke Manado, banyaklah berkonsultasi dengan orang-orang yang mengerti bidangnya karena anggota dewan, bupati/wabub tidak maha-tahu. Dan yang utama adalah kerja-sama dan saling mendukung dalam kebaikan, karena sitaro sebenarnya adalah daerah penuh potensi, tinggal menunggu pengelola-pengelola yang handal. Sekarang kemajuan atau kemunduran Sitaro ada ditangan kalian yang dianggap masyarakat sebagai generasi yang mampu duduk sebagai bupati dan anggota dewan. Jangan kecewakan mereka, mereka adalah orang yang tidak berdaya yang tidak tanggung-tanggung menggantungkan harapan kepada kalian-kalian. Jangan jadikan mereka penonton yang hanya bisa menyaksikan pemimpin dan wakil mereka yang berpesta makan dengan berlepotan dan akhirnya tertidur kekenyangan. Sekian dulu.